Berburu burung kicauan di sekitar Bogor

Burung kicau sudah menjadi teman akrab manusia sejak lama. Kicauannya yang merdu membuat banyak orang tertarik untuk memeliharanya di rumah. Tingginya permintaan akan burung kicau mendorong bermunculannya sentra-sentra penjualan burung kicau di berbagai wilayah. 




Hampir di tiap daerah pasti memiliki sentra penjualan burung kicau. Di Bogor, Jawa Barat, sentra penjualan burung kicau bisa ditemukan di Jalan Baru Kayu Manis. 

Bila Anda dari daerah Parung, Bogor, Anda lurus terus menuju Bogor. Nanti sesampai pertigaan Salabenda, teruskan perjalanan ke arah Jalan Baru. Nah, tak sampai 500 meter, Anda akan mendapati deretan kios para penjual burung. 

Sentra ini diramaikan sekitar 13 pedagang burung berkicau. Mereka berjualan dengan menempati ruko-ruko di sepanjang kiri jalan. Namun, ada juga yang membuka lapak di emperan depan ruko yang sudah lama tidak digunakan pemiliknya.

Lokasinya terbilang nyaman buat berburu burung karena jalanannya cukup lebar dan tidak padat. Pengunjung pun bisa leluasa memarkir kendaraan di pinggiran jalan.

Dedi Rahman, salah seorang pedagang burung di sentra ini, bilang, sentra burung ini baru buka sekitar tahun 2010. Dia mengaku, awalnya dia satu-satunya pedagang burung di kawasan ini. Lantaran banyak peminatnya, lambat-laun bermunculan pedagang burung lain yang mengikuti jejaknya.

Sentra burung ini buka mulai pukul 08.00 WIB pagi hingga pukul 17.00 WIB. Biasanya, sentra ini mulai diramaikan pembeli sekitar pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB setiap hari.
Pedagang burung lainnya, Latif Hidayat, bilang, lokasi yang strategis dan gampang diakses menjadi nilai tambah sentra ini. "Pehobi burung tak segan menyambangi lokasi ini," ujarnya.
Lantaran lokasinya yang selalu ramai membuat sentra ini terus kedatangan pemain baru. Kata Latief, di masa awal sentra ini, ada sekitar lima pedagang saja. 

Di rukonya, Latif lebih banyak menjual burung hias, seperti kakak tua, nuri, perkutut hingga burung dara. Sama halnya Dedi, ia juga menjual pakan dan kandang burung.
Sebagian besar pedagang menjual berbagai jenis burung berkicau yang kerap diikutkan dalam kontes. Sebut saja kenari, murai batu, dan kacer. Ada pula burung peliharaan lain seperti perkutut. Selain burung, ia juga menyediakan pakan, berikut kandangnya. 

Dedi memasang harga burung dagangannya bervariasi mulai Rp 15.000 sampai Rp 300.000 per ekor. Dari berjualan burung ini, Dedi bisa mengantongi omzet Rp 500.000–Rp 1 juta per hari.

Pada hari libur, omzet di kios Dedi bisa dua kali lipat lebih gede. Rata-rata dalam sebulan, penjualan Dedi mencapai Rp 15 juta. Omzet Latif lebih besar lagi sekitar Rp 15 juta–Rp 20 juta sebulan karena banyak menjual burung hias.

[kontan]
Teruskan membaca | comments

Penanganan anis merah macet bunyi

Bagi sebagian orang, memelihara burung sejenis anis merah adalah hal yang cukup merepotkan. Namun faktanya, burung anis merah sebenarnya burung yang mudah di rawat dan mudah dipancing untuk bunyi jika sudah memenuhi syarat-syarat tertentu, dan berikut ini adalah beberapa hal yang patut diketahui dalam perawatan dan penanganan burung anis merah. 



Teruskan membaca | comments

Berburu burung masteran di Pasar Burung Sukahaji Bandung


Pasar burung terdapat di hampir semua kota-kota besar dan kecil, termasuk juga di Kota Bandung yang terkenal dengan Pasar Burung Sukahaji yang terletak di Jalan Peta, Bandung. Pasar Burung yang menjual aneka jenis burung dan unggas ini selain dikunjungi oleh warga lokal juga banyak didatangi oleh penggemar burung yang berasal dari luar kota. Biasanya pada hari minggu atau hari libur pengunjung pasar burung ini akan membludak.


Teruskan membaca | comments

Akibat pemanasan global burung-burung mulai naik gunung

Banyak spesies burung gunung di daerah tropis yang berpindah ke lereng gunung yang berada dalam jangkauan mereka untuk menghindari suhu yang semakin memanas. Tampaknya spesies dari daerah tropis lebih sensitif terhadap perubahan iklim daripada burung yang berada di daerah subtropis, seperti dilaporkan oleh para peneliti dari Cornell Lab of Ornithology dalam Proceedings of the National Academy of Science.



Teruskan membaca | comments

Cica kopi melayu, burung kicauan alternatif bersuara merdu

Cica Kopi Melayu (Pomortohinus montanus) adalah burung asli dari Indonesia. Burung yang berpenampilan cantik dengan alis putih mencolok dan paruhnya yang panjang melengkung adalah burung yang cukup popular di kalangan penggemar burung di Indonesia. Suara kicauannya mirip-mirip dengan burung poksay, dan cenderung monoton. Meski begitu burung cucak kopi bisa menjadi alternatif burung kicauan di rumah, karena suaranya bisa bervariasi jika anda rutin melatihnya. 

Teruskan membaca | comments

Merawat burung branjangan yang macet bunyi

Memelihara burung kicauan tidak terlepas dari kondisi burung yang sewaktu-waktu bisa berubah, misalnya burung yang tadinya rajin bunyi atau gacor mendadak menjadi macet bunyi. Hal tersebut bisa berlaku pada semua jenis burung kicauan, termasuk juga burung branjangan. Lalu bagaimana merawat burung branjangan yang macet bunyi? Berikut beberapa bentuk perawatan burung branjangan yang macet bunyi.


Teruskan membaca | comments

Tips perawatan burung yang akan ditinggal mudik

Lebaran sebentar lagi, bagi anda yang memiliki keluarga atau sanak keluarga di luar daerah, ini adalah waktu yang tepat untuk berkumpul bersama mereka. Namun masalah muncul bagi anda yang memelihara beberapa ekor burung peliharaan di rumah, karena tidak mungkin membawa serta burung-burung tersebut untuk mudik. Untuk menjawab solusi anda, berikut beberapa tips perawatan burung yang akan ditinggal mudik.


Teruskan membaca | comments

Daftar harga burung di pasar-pasar burung jelang lebaran

Menjelang Hari Raya Iedul Fitrie sudah bisa dipastikan beberapa jenis burung akan mengalami kestabilan harga atau bahkan penurunan harga, karena banyak dari pedagang yang mengaku sangat membutuhkan uang untuk mudik atau bekal lebaran mereka.  Beberapa jenis burung bahkan bisa didapatkan dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk panduan, berikut prediksi beberapa harga burung di pasar-pasar burung jelang lebaran atau selama bulan Juli hingga Agutus 2014. 

harga burung jelang lebaran
Pembeli sedang mengamati burung yang akan dibelinya


Teruskan membaca | comments

Murai Batu Pedrosa yang sempat diacuhkan kini jadi Juara Nasional

Om Aries Pranatha sewaktu masih muda adalah seorang pembalap motor nasional yang mengaku pernah mengacuhkan murai batu miliknya Pedrosa, bahkan ia sempat menitipkan burung murai miliknya itu pada temannya ketika ia memiliki beberapa ekor burung murai yang dianggapnya berkualitas lebih baik dari murai tersebut. 



Teruskan membaca | comments

Beda Sanger dengan Blackthroat

Grey Singing Finch (Serinus leucopygius) yang dikenal penggemar burung kicauan di Indonesia sebagai burung edel sanger atau herda sanger adalah burung yang memiliki penampilan yang mirip dengan burung blackthroat (Serinus atrogularis). Meski begitu ada beberapa ciri-ciri yang membedakan antara herda sanger dengan blackthroat, dan ciri-ciri tersebut antara lain: 

Sanger (kiri) dan blackthroat

Teruskan membaca | comments

Mandi malam pada burung kicauan

Tidak bisa dipungkiri mandi malam ternyata mampu memberikan hasil yang cukup signifikan pada penampilan burung peliharaan. Sebagian besar penggemar burung di Indonesia pun mengakui kalau mandi malam cukup efektif menjadikan burung mereka memiliki penampilan yang lebih baik dari sebelumnya. Lalu seberapa efektifkah mandi malam bagi beberapa jenis burung kicauan ?



Teruskan membaca | comments

Insektisida sebagai penyebab menurunnya populasi burung

Penelitian terbaru telah mengidentifikasi penggunaan insektisida yang meluas di dunia sebagai faktor kunci dalam penurunan jumlah burung di lahan pertanian. Temuan ini telah mewakili peningkatan signifikan dari bahaya insektisida dan mengikuti penilaian bulan Juni yang memperingatkan bahwa polusi akibat insektisida kini mengancam semua produksi pangan.


Teruskan membaca | comments

Fosil burung terbesar di dunia berhasil diidentifikasi

Fosil burung yang telah berusia lebih dari 25 juta tahun lalu berhasil diidentifikasi oleh para peneliti dari Amerika Serikat, dan dianggap sebagai fosil dari burung terbesar di dunia sepanjang sejarah. Fosil yang untuk pertama kalinya digali 30 tahun lalu di Negara Bagian South Carolina, Amerika Serikat itu memiliki rentang sayap yang mencapai 61, meter hingga 7,4 meter.

Spesies Pelagornis sandersi diperkirakan mengangkasa jutaan tahun lampau
Teruskan membaca | comments

Inilah jawara baru di latpres BnR Leuwiliang

Menyemarakkan bulan ramadhan, BnR Leuwiliang mengadakan latpres rutin di daerah Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Sabtu (5/7) lalu. Meski dalam suasana puasa namun perlombaan tetap semarak, bahkan terasa lebih hidup lantaran lokasi lomba yang luas dan berdekatan dengan kolam pemancingan Ciareteun.  

Panitia Leuwiliang Bersama Juri BnR Semakin Kompak (Foto: Mulsyak/MediaBnR)
Teruskan membaca | comments

Archaeopteryx, burung purba nenek moyang dari segala jenis burung

Archaeopteryx
Hewan prasejarah yang merupakan perpaduan antara dinosaurus dan burung ternyata memiliki bulu pada bagian belakang dari kakinya. Bulu-bulu tersebut mirip dengan celana yang menutupi kaki bagian belakangnya. Burung-saurus yang hidup jutaan lalu itu memiliki nama Archaeopteryx. Seluruhnya tubuhnya dipenuhi oleh bulu, tidak hanya bagian sayapnya saja. Hal tersebut terungkap melalui fosil yang baru ditemukan. Bentuk ekor burung purba ini pun mirip dengan pena bulu.
Teruskan membaca | comments

Kicauan popular

 
Support : Copyright © 2011. Tabloid Burung - All Rights Reserved
TABLOID BURUNG by Kicau Mania Indonesia Copyright (c) 2013
TABLOID BURUNG INDONESIA Video Burung | Gambar Burung | INILAH DUNIA KITA | - .